Hukum Taaruf Online dan Dalilnya.

Perkembangan teknologi dan informasi memudahkan insan dalam mengerjakan interaksi dengan sesamanya. Baik tersebut dengan keluarga, saudara, kawan atau teman.
Tak terkecuali dengan orang yang disinggung sebagai kekasih. Jodoh memang urusan yang unik untuk dibahas. Hampir masing-masing orang mengharapkan jodoh yang terbaik. Berbagai teknik pun ditempuh, mulai dari cara-cara yang biasa sampai yang tidak biasa.
Saat ini marak terdengar timbulnya biro jodoh online dan portal taaruf online . Melalui situs-situs tersebut, pemakai internet dapat mengejar tambatan hatinya dengan teknik bertukar informasi, foto, chatting dan sebagainya.
Tampaknya mudah, namun fasilitas tersebut pun memudahkan tindak durjana yang sehubungan dengannya. Tak jarang yang malah tertipu oleh informasi palsu dari lawan jenis.
Dimana seorang wanita yakin dengan niatanya menikah, tetapi pihak lelaki melulu main-main dengan kedustaannya. Begitu pula sebaliknya. Bahkan terdapat yang berdampak pada kriminalitas. Sebenarnya bagaimanakah Islam memandang taaruf online ini?
Mari simak ulasan tentang hukum taaruf online inilah ini.

Allah subhanallahu wa ta’ala berfirman,

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Diwajibkan atas anda berperang, sebenarnya berperang itu ialah sesuatu yang anda benci. Boleh jadi anda membenci sesuatu, sebenarnya ia amat baik bagimu, dan barangkali (pula) anda menyukai sesuatu, sebenarnya ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang anda tidak mengetahui.” [QS. Al Baqarah 2: 216]

Manusia dapat saja memandang sesuatu urusan tersebut baik baginya, namun Allah yang Maha Mengetahui segala mengenai umat-Nya. Apa yang menurut keterangan dari seorang hamba tersebut baik, belum pasti baik untuk Allah. Dan apa yang menurut keterangan dari seorang hamba tersebut buruk, dapat jadi itulah yang terbaik dari Allah untuknya.

Ketika seseorang mengisahkan tentang dirinya melewati sosial media, baik mengenai akhlak, perilaku, agama, harta atau keturunannya.

Dan semua tersebut dijelaskannya bahwa dia mempunyai kualitas yang baik, hendaknya anda tidak memercayainya begitu saja. Bisa jadi urusan itu merupakan kedustaan yang bisa merugikan kita di lantas hari.

Jadi, bila hendak mengenal baik seseorang dengan niat taaruf dengannya maka gunakanlah teknik taaruf yang benar, kenalilah ia secara langsung dan sertakan mahram salah satu keduanya sebagai penengah.

Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ وَمَنْ يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah anda mengikuti langkah-langkah setan. Barang siapa yang mengekor langkah-langkah setan, maka bahwasannya setan tersebut menyuruh menggarap perbuatan yang keji dan yang mungkar.” [An-Nuur : 21]

Ketahuilah bahwa godaan setan terdapat di sekian banyak jalan, tergolong di sosial media yang ingin lebih tersingkap dan bebas.

Meskipun melulu sebatas chatting, andai itu dilaksanakan dengan lawan jenis dapat memunculkan syahwat dan hawa nafsu yang berpotensi pada tindakan zina. Sebagaimana hadits inilah ini.

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنْ الزِّنَا مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَاْلأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

“Ditetapkan atas anak cucu Adam bagiannya dari zina akan didapatkan hal tersebut tidak mustahil. Kedua mata zinanya ialah memandang (yang haram). Kedua telinga zinanya ialah mendengarkan (yang haram). Lisan zinanya ialah berbicara (yang haram). Tangan zinanya ialah memegang (yang haram). Kaki zinanya ialah melangkah (kepada yang diharamkan). Sementara hati bercita-cita dan berangan-angan, sedang kemaluan yang membetulkan semua tersebut atau mendustakannya.” [HR. Muslim no. 2657]

Dalam Al-qur’an diterangkan bahwa zina dalam Islam ialah dosa besar dan dilarang oleh Allah SWT.

وَلا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلا

“Dan janganlah anda mendekati zina, bahwasannya zina itu ialah suatu tindakan yang keji dan sebuah jalan yang buruk.” [QS. Al Isra’: 32].

وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ يَلْقَ أَثَامًا يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا

“Dan orang-orang yang tidak menyembah ilah yang beda beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang mengerjakan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) bakal dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia bakal kekal dalam azab itu, dalam suasana terhina”. [QS. al-Furqân/25: 68-69]

Demikianlah ulasan tentang hukum taaruf online. Bila kita berniat guna taaruf, pilihlah jalan yang terbaik cocok dengan syari’at Islam.

Jangan melenakan diri dalam dunia maya yang dapat jadi membawa keburukan untuk Anda di lantas hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *